Peran Guru Dalam Memahami Siswa Sebagai  Dasar Pembelajaran.

A. DEFINISI DAN MAKNA PERKEMBANAGAN

       Perkmbangan sering dibedakan dari pertumbuhan.Pertumbuhan biasanya lebih merujuk kepada perubahan aspek fisik(biologis) seperti perubahan kelenjar,tinggi dan berat badan,dan kekuatan otot.perkembangan merujuk kepada perubahan yang sistematis yang terjadi sepanjang siklus kehidupan manusia.

       Dalam pandangan lama,para ahli membagi konsetrasi studi tentang perkembangan anak kedalam:(1) pertumbuhan dan perkembangan fisik yang mencakup perubahan badaniyah dan keterampilan motorik,(2) pekembangan aspek kognitif yang mencakup persepasi,bahasa,belajar dan berfikir,(3) perkembanganpsikologi yang mencakup perkembangan emosi,kepribadian,hubungan antarpribadi

      Dalam pandangan mutakhir pembagian konstrasi itu tidak tepat dan artifisial (dibuat-buat) karena bagaimanapun juga perkembangan dalam aspek yang satu akan mempengaruhi aspek lainnya.pandangan muktahir ini  disebut pandangan holistis yang melihat manusia sebagai makluk biologis,kognitif,sosial,dan makhluk tuhan dimana perubahan dalam satu aspek akan bergantung kepada dan mempengaruhi perubahan atau perkembangan aspek lain.prsepektif holistis merupakan keterpaduan pandangan tentang proses perkembangan yang menekan pentingnya interaksi antara perkembangan fisik,mental,sosial,emosi,dan moral.

     Di dalam perkembangan terjadi proses biologis, kognitif, sosial. Proses biologis melibatkan perubahan fisik individu. Gen yang di turunkan dari orang tua, perkembangan 0tak (Brain), pertambahan tinggi dan berat badan, keterampilan motorik dan pertumbuhan hormon pada masa puber merupakan wujud dari proses biologis dalam perkembangan. Proses kognitif mencakup perubahan berfikir,kecerdasan,dan bahasa anak.

B. ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN ANAK DI SEKOLAH DASAR

1. Perkembangan Motorik dan Persepsi

Pertumbuhan paling pesat terjadi pada masa prasekolah yang terutama tampak dalam perubahan ukuran, tinggi, berat, dan gerak-gerak motorik kasar. Sedangkan gerak/keterampilan motorik halus tumbuh pesat pada usia sekolah dasar. Selama sekolah dasar, tinggi dan berat badan terus bertambah, kelenjar lemak lebih cepat tumbuh daripada kelenjar otot dan ini berlangsung terus pada masa adolesen. Anak wanita cenderung memiliki berat badan lebih dari pria. Dalam kaitan perkembangan tubuh ini ada anak yang di golongkan ke dalam endomorfik (gemuk karena kelenjar lemaknya kuat), mesmoforik (atletis karena kelenjar ototnya kuat), dan ektomoforik (kurus)

2. Implikasi bagi Proses Pembelajaran

Aada beberapa implikasi dari perkembangan motorik dan persepsi anak terhadap proses pembelajaran.

a. Perkembangan motorik, terutama pada tahap awal, terkait erat dengan perkembangan pengenalan anak terhadap dunianya.

b. Faktor pertumbuhan otak di mana kedua belahan otak (kiri dan kanan) perlu di kembangkan dalam proses pendidikan.

c. Faktor kemampuan konsentrasi dan daya selektivitas anak terhadap objek pengamatan membawa implikasi kepada perancangan dan pengorganisasian bahan belajar, dan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

c. PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN KESIAPAN BELAJAR

Kata kunci kognitif adalah skema. Skema merujuk berbagai hal: kebiasaan respons, konsep, dan pemrosesan secara aktif.

Perkembangan ko9gnitif adalah perubahan struktur skema. Jadi skema itu pada dasarnya adalah kemampuan atau kecakapan seseorang untuk beradaptasi terhadap lingkungan.

Piaget mendeskripsikan perkembangan kognitif ke dalam empat periode perkembangan.

1. periode Sensomotorik (0-1 1/5 tahun)

Sampai kira-kira usia delapan belas bulan, perkembangan skema lebih terpusat kepada sensomotorik. Bayi mengembangkan dan mengkoordinasikan sejumlah besar ragam keterampilan perilaku, namun perkembangan skema verbal dan kognitif masih miskin dan tidak terkoordinasikan.

2. Periode operasi awal (1 1/2 – 7 tahun)

Dari usia delapan belas bulan hingga kira-kira tujuh tahun, anak menginterinalisasi skema sensomotorik ke dalam bentuk skema kognitif (imajinasi dan pikiran)

3. Periode operasi konkret (7-12 tahun)

Perkembangan skema pada periode ini lebih berupa skema kognitif, terutama yang berkaitan dengan keterampilan berfikir dan pemecahan masalah.

4. Periode operasi Formal (12 tahun ke atas)

Ciri utama periode operasi formal adalah perkembangan kecakapan berpikir simbolis dan pemahaman isi secara bermakna tanpa bergantung kepada keberadaan objek fisik, atau bahkan kepada imajinasi masa lalu akan objek sejenis.

5. Kesiapan Belajar dan Implikasi bagi Pembelajaran

Periode perkembangan kognitif yang di uraikan tadi, secara tersirat menggambarkan bahwa kesiapan belajar anak akan terjadi sesuai dengan pencapaian tingkat perkembangannya.

Satori Djam’an.2010.profesi keguruan.jakarta.Universitas Terbuka

1.1. Pengertian Filsafat

Jika kita mengatakan berapa pentingnya filsafat sebagai ilmu dan filsafat terapan termasuk di dalamnya filsafat Agama, filsafat pancasila, filsafat pendidikan dan sebagainya, namun amatlahsukar untuk memberikan definisi yang konkret apalagi abstrak terhadap masing-masingnya.  Terutama kata filsafat berkaitan erat dengan segala sesuatu yang bisa di fikirkan oleh manusia dan bahkan dapat di katakan tidak akan pernah habisnya. karena daripadanya mengandung dua kemungkinan yaitu proses berfikir dan hasil berfikir. Filsafat dalam artian pertama adalah jalan yang di tempuh untuk memecahkan masalah, sedangkan pada pengertian yang kedua adalah kesimpulan atau hasil yang di peroleh dari pemecahan atau pembahasan masalah.

Kemudian sesuai dengan perkembangan akal pikiran manusia yang senantiasa mengalami pertumbuhan, perkembangan dan perubahan, maka pengertian filsafat juga mengalami perkembangan dan perubahan konotasi yang telah dapat menguasai kehidupan umat manusia sehingga mempengaruhi filsafat hidup suatu bangsa menjadi norma negara.

Apakah filsafat itu? Filsafat dari segi bahasa bermakn:

Hakikat filsafat adalah menggunakan ratio (berpikir). 1) Tapi tidak semua proses berpikir di sebut filsafat. Dan manusia yang dapat berpikir,

Dan pemikiran manusia tidak didapat di pelajarima ada 4(empat) golongan pemikiran itu:

  1. Pemikiran pseudo ilmiah
  2. Pemikran awam
  3. Pemikiran ilmiah
  4. Pemikiran  filosofis

Pemikiran pseudo ilmiah bertumpu kepada aspek kepercayaan dan kebudayaan mitoz,dan bekas-bekasnya dapat kita jumpai dalam astrologi atau kepercayaan terhadap buku primbun.kalau pemikiran awam adalah pemikran orang-orang dewasa yang menggunakan akal sehat, karena bagi orang awam untuk memacahkan kesulitan dalam kehidupan cukup dengan menggunkaan  akal sehat tanpa melakukuan penelitiaan lazimnya terlebih dahulu. Selanjutnya pemikiran ilmiah sebagaimana lazimnya menggunakan metode-metode, tata pikir dalam pradigma ilmu pengetahuan tertentu,dilengkapi dengan penggunaan hipotesis untuk menguji kebenaran konsepteori atau pemikran dalam dunia empiris  yang tidak pernah selesai dalam proses keilmuan. Sedangkan ilmu filosofisa adalah kegiatan berfikir reflektif mengikuti kegiatanan alisis pemahaman,deskripsi,penilaian ,penafsiran dan perekaan yang bertujuan untuk memperoleh kejelasan,kecerhan,keterangan,kebenaran, pengertiaan,danpenyatupanduantentangobjek .

Dan fisafat juga merupakan ilmu yang tertua yang menjadiinduk-indukilmu pengetahuan1:.kedudukan filsafat dalam ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia

  1. Kedudukan filasafat dalam ilmu pengetahuan,filsafat mempunyai kedudukan central,asal atau pokok.karena filsafatlah yang mula-mula merupakan satu-satunya usaha manusia dibidang rohanian untuk mencapai kebenaran atau pengetahuaaan.lambat laun sesuai dengan sifatnya,manusia tidak pernah merasa puas dengan meninjau sesuatu hal dari beberapa sudut yang umum,melainkan juga ingin memperhatikan hal-hal yang khusus.kemudian pembahasan tentang kedudukan atau hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan atau berfikir filosofis dan berfikiran akan melengkapi uraian ini dengan piaget tentang etismologigenetis .yaitu fase-fase berfikir dan pikiran manusia mengambil contoh perkembanganakan mulai dari tahun pertama usia anak hinggadewasa
  2. Kedudukan filsafat dalam kehidupan manusia

Untuk memberikan gambran bagaimana kedudukan filsafat dalam kehidupan manusia maka terlebih dahulu di ungkapkan kembali pengertian filsafat dalam bahasan sebelumnya ,fisafat mengandung pengertian adalah suata-u ikhtiar untuk berfikir secara dikal dalam arti mulai dari art i akar segala suatu gejala ,hal hendak di permasalahkan sampai mencapai kebenaran yang di lakukan dengank esungguhan dankejujuran melalui tahapan-tahapan pikiran oleh karena itu pikiran seorang  yang berfilsafat adalah orang yang berfikir secara sadar dan bertanggung jawab, dengan pertanggung jawaban pertama adalah terhadap dirinya sendiri . kemudian utuk memberikan gambran bagaimana pengetahuan memberikan kesadaran pada manusia tentang kenyataan yang di berikan oleh f ilsafat dapat di ikuticontoh uraian berikut ini :

ada seorang guru atau pemikir yang mempunyai kesadaran diri untuk mendapatkan dan meningkatkan pemahaman yang ada di dalam kehidupan nyata,misalnya bagaimana pengetahuaan tersebut di perolehnya,dan bagaimana bentuk dari apa yang telah di kuasai,maka berfilsafatlah yang di bantu mereka yang di dapatnnya.karena memang dalam abad ini pesoalaan pengetahuaan merupakan pusat permasalahan di dalam agenda seorang ahli filsafat .

 

 

Daftar putaka

  • Theodore Brameld,Education as Power,Boston(USA):Boston  University,1965,hal9
  • Paul Lengrand,Penghantar pendidik sepanjang hayat,terjemahan Lembaga studi illmu-ilmu masyarakat,Jakarta:PT Gunung Agung 1981,hal 31
  • Rupert  C.Lodge .loC,CIT

A.     Pengertian  terhadap shalat lima waktu

Secara etimologis, solat berati doa seperti difirmankan allah :

Yang artinya: Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. sesungguhnya doa kamu itu (menjadi)ketentraman jiwa bagi mereka dan allah maha mendengar dan maha mengetahui. (QS. At-Taubah/9:103)

Sedangkan menurut sariah, syara solat adalah menyembah allah Ta’la dengan beberapa perkataan dan perbuatan diawali dengan takbiratul ikh’ram dan diakhiri dengan salam, dan wajib melakukan pada waktu-waktu yang telah ditentukan

Menurut imam gozali, makna batin dalam solat memili banyak ungkapan, namun terangkum dalam 6 perkara yaitu kehadiran hati, tafahum (kepahaman) takjim (rasa hormat), haibah (rasa takut yang bersumber dari rasa hormat), raja’(pengharapan), dan haya (rasa malu), kehadiran hati, maksudnya menggosongkan dan menjaga dialog hati dari segala sesuatu yang tidak ada hubungana dengan amalan yang sedang di kerjakan. juga pikirannya tidak boleh memantaui dari selain perbuatan dan hati, yang sedang terkait dengan amalan.

Tafahum (kepahaman) berati peliputan hati terhadap pengetahuan lafadz dan gerak dalam solat. pengetahuan dalam ucapan shalat, gerak dalam yang terbenam dalam lubuk hati akan memancarklan sebuah hikmah akhlakul karimah dalam kehidupan. dalam lafacz dan gerak yang terkontrol oleh kehadiran hati akan dapat mengendalikan pikiran dan akal dalam setiap ucapan dan gerak itu sendiri. terapi unuk tafahum adalh menghadirkan dalam hati diseratai konsentrasi berfikir dan kesiagaan untuk menolak baerbagai lintasan pikiran (liar). sedangkan untuk menolak lintasan pikiran yang menyibukan adalah dengan membebaskan diri dari sebab-sebab yang membuat tertarik kepadanya.

Tak’dzim (rasa hormat)akan hadir dari ma’rifah kepada keagungan dan kemuliaan allah. siapa yang tidak di yakini keagungannya maka jiwa tidak akan mau menganggungkannya. buah dari ma’rifah ini akan menghasilkan kehusyu’(tunduk) kepada allah. selain ma’rifah tersebut, penyebabtimbul rasa hormat juga di sebabkan oleh ma’rifah akan kehinaan dirinya, karena tidak mempunyai kuasa apa-apa buah dari ma’rifah ini menghasilkan rasa pasrah dan tidak berdaya. rasa pasrah tidak berdaya akan menghasilkan rasa hormat.

Haibah (rasa takut dan rasa hormat) rasa takut merupakan keadaan jiwa yang lahir dari ma’rifah akan kekuasaan allah, hukum-Nya, peNgaruh kehendaknya kepadanya padanya. allah pun seandainya mengancurkan orang-orang terdahulu dan kemmudian, tidak akan berpengaruh terhjadap kerajaa-Nya semakin dalam pengetahuan terhadap allah menjadikan semakin takut kepadanya.

Raja’ (harap) harap akan muncul karena telah adanya keyakinan terhadap janji-janji allah dan pengetahuan tentang kelembutannya, keindahan ciptaannya, keluasaan nikmatnya.

Haya’(rasa malu) rasa malu akan muncul melalui persaan rasa kekurangan dalam beribadah dan pengetahuaannya akan ketidak mampuannya dalam menunaikan hak-haknya.

1.      Meng-sinergi-kan shalat.

Penegakan shalat harus di awali dengan sebuah pengetahuan tentang hal-hal yang menyertainya. karena amal sedikit ilmu pengetahuan, adalah lebih baik dari pada amal banyak penuh kebodohan, sehingga pengetahuan mendalam tentang sarat, rukun termasuk adab lahir maupun batin menjadi hal mutlak, bila ingin menapaki “perjalan dalam shalat”.

Wudhu merupakan tahap pendahuluan dalam proses”penyucian yang agung” dengan menggunakan “air yang merupakan rahasia kehidupan dan hidup itu sendiri”. laksana proses penyucian yang dilakukan jibril kepada rasullah dengan menggunakan air suci “zamzam” dengan membelah dada hingga hilang segala hasud sang hatipun begitu begejolak untuk mendatanginya, sekalipun dengan “merangkak karena begituh menggelora keinginan rindunya, untuk mendatangi pertemuan dengan sang kekasih”

Dengan berpakaian “tawadhu” dan membuang pakaian-pakaian “kesombongan” si hamba pun tertatih tatih melangkah kehalaman “tempat pertemuan” dengan penuh kegelisahan “akan tertolaknya penghadapannya, ” dan rasa malu yang begituh tinggi atas ditutupnya keburukan-keburukan pengrangai dan pentindak lakunya, dengan pakaian “ hijab malakut” oleh sang kekasih’nya. sehingga orang lain tidak mengetahui kejelekannya.

Hal yang diatas mulai dari peristiwa agung yang mengawali perintah “ shalat” dari allah SWT kemudian dilanjutkan dengan apa yang di sebut proses “pembersih diri” yaitu wudhu dari adab batin menuju wudhu sampai proses wudhu itu sendiri dengan menitik beratkan kepada proses penyucian dari noda-noda batin manusia. setelah tahap penyucian kemudian mulialah tahap persiapan menuju pertemuan agung sendiri, di mulai dari berbagai persiapan menuju shalat seperti saay adzan dan ikomah pakain dalam shalat bebagai penutup aurat batin lahir, tempat pelaksanaan shalat serta kiblat dalam shalat

Setelah hal tersebut terpenuhi, barulah mulai menuju tahap-tahap dalam perjalanan terindah menuju Allah yaitu shalat. Diawali dengan “qiyam”yang merupakan simbol lurus sesuai syari’ah dan tetep istiqomah tidak terganggu godaan kanan kiri, sampai peristiwa salam, yakni ketika kita kembali setelah melalu berbagai tahapan perjalanan.

Dengan rangkaian perjalanan terindah dalam “shalat” telah terjalani, namun perjalanan yang sesungguhnya adalah perjalanan disetap garakan nafas sang hamba, karena hakikat waktu dalam hidup ini adalah”nafas kita saat ini” nafas yang telah kita hirup adalah masa lampau, nafas saat ini “adalah hidup kita” nafas berikutnya “ karena sesungguhnya hidup kita terdiri dari nafas satu ke nafas yang lain, maka selalu memohon perlindungan Allah dalam setiap tarikan nafas adalah hal yang mutlak diperlukan, itulah mengapa para guru-guru kita senantiasa menjaga kesucian dzohir dan batin di setiap waktu karena setiap tarikan nafas adalah “ sebuah perjalanan yang tiada akhir untuk bertemu illahi Rabbsi” (Direktorat Pendidikan Madrasah, Depag RI, 2007, Model, KTSP Madrasah Ibtidaiyah, Jakarta Depag. )

B.     MEYAKINI RUKUN IMAN

1.      Iman Kepada Allah

Keyakinan bahwa tiada tuhan selain Allah(la ilaha ilallah)adalah sikap Tauhid. Tauhid (tawhid)yang berasal dari kata wahhada-yuwahhidu bermakna pengesaan Allah. pengesaan allah yang di dalam Al-Qur’an di lambangkan dengan kalimat Laillaha perlu di jabarkan. penjabaran nya harus berlandaskan ayat Al-Qur’an juga bukan kira-kira.

Untuk itu kita melihat relasi(nisbah)antara surat al-fatihah sebagai bab pendahuluan dengan surat An-nas sebagai bab penutup Al-Qur’an, karena pada lazimnya, setiap karya tulis terutama karya-karya ilmiah pasti terhadap hubungan surat Al-fatihah, yaitu :

Yang artinya: Dengan menyebut nama allah yang maha pemurah lagi maha penyayang. segala puji bagi allah, Tuhan semesta alam. maha pemurah lagi maha penyayang. yang menguasai di hari pembalasan. hanya engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan)mereka yang di murkai dan ( jalan) mereka yang di murkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. ( QS. Al-Fatihah/1:1-7)

Sedangkan surat An-nas adalah:

Yang artinya: Katakanlah: “aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia, sembah manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membiasakan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. (QS. Al-Naas/114:1-6).

Di dalam Al-fatihah terdapat kalimat yang relevan dengan beberapa kalimat yang terdapat pada surat An-Nas yaitu sebagai berikut: (1) Rabbul ‘alamin, -Rabbunnas (2) Maliki yaumiddin –Maliki nas (3) iyyaka na’budu –ilahinnas. ini melahirkan taksonomi tauhid yakni Tauhid rubbiyah, Tauhijd Mulkiyyah dan Tauhid Uluhiyah. Tauhid Rubbiyah ialah meyakini Allah sebagai satu-satunya Rabb(pencipta dan pengatur) manusia. Tauhid Uluhiyyah ialah meyakini bahwa hanya Allah–lah satu-satunya ilah atau Tuhan yang wajib di sembah. manusia hanya mengabdi kepada Allah, manifsetasinya antara lain melakukan segala sesuatu semata-mata dengan niat beribadah kepada Allah. Mengabdi kepada selain Allah adalah syirik Uluhiyyah.

Dasar Beriman Kepada Allah ada 3 hal yang menjadi dasar beriman kepada allah, yaitu sebagai berikut:

  1. Kecenderungan dan pengakuan hati
  2. Al-Qur’an atau wahyu Allah
  3. Al-Hadist atau petunjuk Rasullah

2.      Kitab Allah

apakah yang dimaksud dengan kitab-kitab Allah ?Allh memberikan petunjuk-Nya kepada manusia dari waktu ke waktu. Petunjuk ini di sampaikan kepada umat manusia melalui Nabi-nabi Allah. petunjuk itu berisi hukum-hukum bagi kehidupan kita sehari –hari. Hukum dan peraturan ini disebut kitabullah. kita harus percaya pada semua kitab Allah.

Kitab-kitab apa yang di ketahui oleh kita? Kitab –kitab yang di kenal dengan baik adalah sebagai berikut: Al-Qur’an adalah kitab yang terakhir dan sempurna. Al-Qur’an diwahyukan kepada Nabi suci Muhammad Saw. Al-Qur’an diwahyukan selama 23 tahun sedikit demi sedikit. Taurat di berikan kepada nabi Musa (Moses) as. Mazmur atau Zabur di berikan kepada Nabi Daud (David) as. perjanjian baru atau injil di berikan kepada Nabi isa (yesus) as. Mushaf di berikan kepada nabi Ibrahim (Abraham) as.

Beriman kepada kitab-kitab Allah yaitu Membenarkan dengan sebenar-benarnya bahwa semuanya yang diturunkan dari sisi Allah SWT dan sesungguhnya Allah berbicara dengannya secara nyata, dan ada juga yang mendengar di balik hiab tanpa menggunakan perantara dari malaikat.


 3.      Percaya pada Malaikat Allah

Beriman kepada malaikat yaitu memantapkan keyakinan bahwa mereka ada wujudnya dan Bahwa mereka adalah Makhluk Allah yang terjaga dan terpelihara.

Yang artinya: Dan mereka berkata: “Tuhan yang Maha pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha suci Allah. sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang di muliakan. (QS. Al-Anbiya’/21:26-27)

kata Malaikat ( ا لملا ئكلة) menurut Qurairah shihab, terambil dari kata la’aka (كلا) yang berarti “mengutus”, sehingga bentuk tunggalnya, yakni malaka (ملك) pada asalnya adalah mal’ak (ملا ك ), kemudian kata terakhir ini pun mengalami perubahan sehingga pada akhirnya menjadi kata perubahan sehingga pada akhirnya menjadi kata malak(ملك). Namun dalam bentuk jamaknya, asal kata tersebut tetap di pertahankan kecuali tambahan ta’ marbuthah(ة) sebagai tanda “banyak”, dan menjadilah malaikat.

Jumlah malaikat itu banyak sekali. Malaikat yang wajib di ketahui hanya sepuluh saja yaitu:

1)      Malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu kepada utusan Allah adalah Rahul Quds Malaikat Jibril as.

2)      Malaikat yang bertugas mengatur turunnya hujan Mikail,

3)      Malaikat yang bertugas meniup terompet adalah Israfil,

4)      Malaikat pencabut nyawa yaitu Izrail,

5)      Malaikat pencatat amal perbuatan manusia yaitu Rakib dan ATID

6)      Malaikat penjaga hamba di kiri kanan dan belakang depan yaitu al- Muakibat

7)      Malaikat penjaga jannah yaitu Ridwan

8)      Malaikat penjaga neraka yaitu Malik

9)      Malaikat penjaga kubur yaituu Munkar dan Nakir

10)  Malaikat yang bertugas menetapkan ketentuan Allah pada janin dalam kandungan, para malaikat yang masuk di baitul makmur sebanyak 70 ribu dan tidak kembali lagi, para malaikat yang selalu mengikuti di majelis-majelis dzikir. Mereka ada yang berbaris dan berdiri, ada yang ruku dan sujud terus menerus dan masih banyak lagi.

4.      Iman pada Rasul

Para nabi merupakan orang yang di beri wahyu (ajaran islam yang mengandungi peraturan tertentu) oleh Allah sebagai panduan hidup. Nabi berasal dari kata naba’a adalah penyampaian berita. Nabi tidak memiliki umat. Sementara rasul adalah nabi yang di perintahkan Allah untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada manusia sejagat pada zamannya. Rasul dan nabi terakhir ialah Nabi Muhammad yang di tugaskan untuk menyampaikan islam dan peraturan yang khusus kepada manusia hingga hari kiamat. Selepas kewafatanya, tugasnya itu di sambung oleh orang islam yang menjadi pengikutnya. sebagai seorang islam, kita perlu patuh kepada rukun iman yang kedua yaitu percaya kepada para nabi dan para rasul.

Jumlah rasul di dunia ini berjumlah 313 Rasul. sedangkan jumlah para Nabi yaitu 140. 000 Nabi. sedangkan yang wajib kita ketahui dari jumlah para Nabi yang sekaligus Rasul ada 25 orang. yaitu:

1)      Nabi Adam a. s/Adam

2)      Nabi Idris a. s/ Anoch

3)      Nabi Nuh a. s/Noah

4)      Nabi Hud a. s/Hud

5)      Nabi Salih a. s/Salih

6)      Nabi ibrahim a. s/Abraham

7)      Nabi Luth a. s/Lot

8)      Nabi Ismail a. s/ishmeal

9)      Nabi ishaq a. s/isaac

10)  Nabi ya’kub a. s/jacob

11)  Nabi yusuf a. s/joseph

12)  Nabi Ayub a. s/job

13)  Nabi Syu’aib a. s/Shahih

14)  Nabi Musa a. s/Moses

15)  Nabi Harun a. s/Aaron

16)  Nabi Zulkifli a. s/Exekiel

17)  Nabi Daud a. s. /David

18)  Nabi Sulaiman a. s/soloman

19)  Nabi ilyas a. s/Ilias

20)  Nabi ilyasa’ a. s/ Elisha

21)  Nabi yunuz. a. s. jones

22)  Nabi Zakaria a. s/Zakaric

23)  Nabi yahya a. s/john

24)  Nabi isa a. s/jesus

25)  Nabi Muhammad s. a. w/Mohammed

5.      Iman kepada Hari Akhir.

“Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu”. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. Kemudian, dikatakan (kepada mereka): “Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan”. (QS. Muthaffiffin (83):10-17).

Orang beriman meyakini bahwa suatu saat nanti akan datang suatu hari dimana manusia harus mempertanggung-jawabkan apa yang telah dikerjakannya selama hidup didunia. Itulah hari Kiamat, hari Pembalasan, hari dimana dihitung dan ditimbang mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk.

“Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah)”. (QS. Al-Haaqqah(69):13-18).

“Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan ”. (QS. Al-Qariah(101):3-5).

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya”. (QS. Al-Zalzalah(99):1-5).

Begitu banyak ayat yang menerangkan keadaan pada Hari Kiamat nanti. Dimulai dengan ditiupnya sangkakala, maka mati dan binasa semua yang berada di langit maupun di bumi. Kemudian terdengar sekali lagi sangkakala yang ditiup, kemudian semua manusia yang telah mati akan dibangunkan kembali untuk mempertanggung-jawabkan apa yang mereka telah lakukan di bumi ini.

“Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscayadia akan melihat (balasan) nya pula”. (QS. Al-Zalzalah(99):6-8). (http://vienmuhadisbooks. wordpress. com/2010/07/09/ii-1-meyakini-rukun-iman)

6.      Percaya Kepada Takdir

Takdir adalah suatu ketapaan akan garis kehidupan seseorang. setiap orang lahir lengkap dengan skenario perjalanan kehidupannya dari awal dan akhir. Hal ini di nyatakan dalam Qur’an bahwa segala sesuatu yang terjadi terhadap diri seorang sudah tertulis dalam induk kitab.

Umat islam memahami takdir sebagai bagian dari tanda kekuasaan Tuhan yang harus di imani sebagaimana di kenal dalam rukun iman. penjelasan tentang takdir hanya dapat di pelajari dari informasi Tuhan, yaitu informasi Allah melalui Al-Qur’an dan Al hadist. secara keilmuan umat islam dengan sederhana telah mendefinisikan takdir sebagai segala sesuatu yang sudah terjadi.

Untuk memahami konsep takdir, umat islam tidak dapat melepaskan diri dari menjalani hidup di dunia ini, di perintahkan oleh allah untuk berusaha dan berdoa untuk merubahnya. usaha perubahan yang di lakukan oleh manusia itu, kalu berhasil seperti yang di inginkannya maka Allah melarangnya untuk menepuk dada sebagai hasil karyanya sendiri. bahkan sekiranya usahanya itu dinilainya gagal dan bahkan manusia itu sedih bermuram durja menggap dirinya sumber kegagalan, maka Allah juga menggap hal itu sebagai kesombongan yang di larang juga sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hadid/57:23)

Yang artinya : (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu bergembira terhadap apa yang di berikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Al Hadid/57:23)

Hello world!

Posted: Desember 19, 2011 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.