Berbagai Peran Guru Dalam Pembalajaran

Posted: Januari 8, 2012 in Berbagai peran guru dalam pembelajaran

Peran Guru Dalam Memahami Siswa Sebagai  Dasar Pembelajaran.

A. DEFINISI DAN MAKNA PERKEMBANAGAN

       Perkmbangan sering dibedakan dari pertumbuhan.Pertumbuhan biasanya lebih merujuk kepada perubahan aspek fisik(biologis) seperti perubahan kelenjar,tinggi dan berat badan,dan kekuatan otot.perkembangan merujuk kepada perubahan yang sistematis yang terjadi sepanjang siklus kehidupan manusia.

       Dalam pandangan lama,para ahli membagi konsetrasi studi tentang perkembangan anak kedalam:(1) pertumbuhan dan perkembangan fisik yang mencakup perubahan badaniyah dan keterampilan motorik,(2) pekembangan aspek kognitif yang mencakup persepasi,bahasa,belajar dan berfikir,(3) perkembanganpsikologi yang mencakup perkembangan emosi,kepribadian,hubungan antarpribadi

      Dalam pandangan mutakhir pembagian konstrasi itu tidak tepat dan artifisial (dibuat-buat) karena bagaimanapun juga perkembangan dalam aspek yang satu akan mempengaruhi aspek lainnya.pandangan muktahir ini  disebut pandangan holistis yang melihat manusia sebagai makluk biologis,kognitif,sosial,dan makhluk tuhan dimana perubahan dalam satu aspek akan bergantung kepada dan mempengaruhi perubahan atau perkembangan aspek lain.prsepektif holistis merupakan keterpaduan pandangan tentang proses perkembangan yang menekan pentingnya interaksi antara perkembangan fisik,mental,sosial,emosi,dan moral.

     Di dalam perkembangan terjadi proses biologis, kognitif, sosial. Proses biologis melibatkan perubahan fisik individu. Gen yang di turunkan dari orang tua, perkembangan 0tak (Brain), pertambahan tinggi dan berat badan, keterampilan motorik dan pertumbuhan hormon pada masa puber merupakan wujud dari proses biologis dalam perkembangan. Proses kognitif mencakup perubahan berfikir,kecerdasan,dan bahasa anak.

B. ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN ANAK DI SEKOLAH DASAR

1. Perkembangan Motorik dan Persepsi

Pertumbuhan paling pesat terjadi pada masa prasekolah yang terutama tampak dalam perubahan ukuran, tinggi, berat, dan gerak-gerak motorik kasar. Sedangkan gerak/keterampilan motorik halus tumbuh pesat pada usia sekolah dasar. Selama sekolah dasar, tinggi dan berat badan terus bertambah, kelenjar lemak lebih cepat tumbuh daripada kelenjar otot dan ini berlangsung terus pada masa adolesen. Anak wanita cenderung memiliki berat badan lebih dari pria. Dalam kaitan perkembangan tubuh ini ada anak yang di golongkan ke dalam endomorfik (gemuk karena kelenjar lemaknya kuat), mesmoforik (atletis karena kelenjar ototnya kuat), dan ektomoforik (kurus)

2. Implikasi bagi Proses Pembelajaran

Aada beberapa implikasi dari perkembangan motorik dan persepsi anak terhadap proses pembelajaran.

a. Perkembangan motorik, terutama pada tahap awal, terkait erat dengan perkembangan pengenalan anak terhadap dunianya.

b. Faktor pertumbuhan otak di mana kedua belahan otak (kiri dan kanan) perlu di kembangkan dalam proses pendidikan.

c. Faktor kemampuan konsentrasi dan daya selektivitas anak terhadap objek pengamatan membawa implikasi kepada perancangan dan pengorganisasian bahan belajar, dan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

c. PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN KESIAPAN BELAJAR

Kata kunci kognitif adalah skema. Skema merujuk berbagai hal: kebiasaan respons, konsep, dan pemrosesan secara aktif.

Perkembangan ko9gnitif adalah perubahan struktur skema. Jadi skema itu pada dasarnya adalah kemampuan atau kecakapan seseorang untuk beradaptasi terhadap lingkungan.

Piaget mendeskripsikan perkembangan kognitif ke dalam empat periode perkembangan.

1. periode Sensomotorik (0-1 1/5 tahun)

Sampai kira-kira usia delapan belas bulan, perkembangan skema lebih terpusat kepada sensomotorik. Bayi mengembangkan dan mengkoordinasikan sejumlah besar ragam keterampilan perilaku, namun perkembangan skema verbal dan kognitif masih miskin dan tidak terkoordinasikan.

2. Periode operasi awal (1 1/2 – 7 tahun)

Dari usia delapan belas bulan hingga kira-kira tujuh tahun, anak menginterinalisasi skema sensomotorik ke dalam bentuk skema kognitif (imajinasi dan pikiran)

3. Periode operasi konkret (7-12 tahun)

Perkembangan skema pada periode ini lebih berupa skema kognitif, terutama yang berkaitan dengan keterampilan berfikir dan pemecahan masalah.

4. Periode operasi Formal (12 tahun ke atas)

Ciri utama periode operasi formal adalah perkembangan kecakapan berpikir simbolis dan pemahaman isi secara bermakna tanpa bergantung kepada keberadaan objek fisik, atau bahkan kepada imajinasi masa lalu akan objek sejenis.

5. Kesiapan Belajar dan Implikasi bagi Pembelajaran

Periode perkembangan kognitif yang di uraikan tadi, secara tersirat menggambarkan bahwa kesiapan belajar anak akan terjadi sesuai dengan pencapaian tingkat perkembangannya.

Satori Djam’an.2010.profesi keguruan.jakarta.Universitas Terbuka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s